SILOGISME Kategorial, Hipotesis, Alternatif

NAMA: HAYYU ANNISA
KELAS: 3EA34
NPM: 13213984
MATA KULIAH: BAHASA INDONESIA 2
DOSEN: KARINA JAYANTI


 

PENGERTIAN SILOGISME
Silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.

  1. SILOGISME KATEGORIALSilogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
    Premis umum : Premis Mayor (My)
    Premis khusus :Premis Minor (Mn)
    Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

    Aturan umum dalam silogisme kategorial

    1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah
    2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
    3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
    4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
    5. Dari premis yang postif, akan dihasilkan simpulan yang positif
    6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
    7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
    8. Dari premis mayor khusus dan premis mayor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

    Contoh silogisme Kategorial:

    My : Semua mahasiswa adalah lulusan SMA
    Mn : Rangga adalah mahasiswa
    K     : Rangga lulusan MA

    My : Semua mahasiswa memiliki buku tulis.
    Mn : Cinta tidak memiliki buku tulis
    K     : Cinta bukan mahasiswa

    My : Tidak ada manusia yang sempurna.
    Mn : Andre adalah manusia.
    K     : Andre tidak sempurna.

  2. SILOGISME HIPOTESIS
    Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, bila simpulannya juga menolak berarti konsekuen.Contoh :
    My  : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
    Mn  : Air tidak ada.
    K     : Jadi, manusia akan kehausan.My  : Jika tidak ada matahari, tumbuhan tidak akan berfotosintesis.
    Mn  : Tumbuhan tidak akan berfotosintesis.
    K     : Tumbuhan tidak dapat matahari.

    My  : Jika hari hujan, penjualan PT. ABC menurun.
    Mn : Hari tidak hujan.
    K     : Sebab itu, penjualan PT. ABS tidak menurun.

  3. SILOGISME ALTERNATIF
    Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.Contoh :My  : Supplier Soba Mie berada di Jakarta atau Solo.
    Mn  : Supplier Soba Mie berada di Solo.
    K     : Jadi, Soba Mie tidak berada di Jakarta.

    My : Ibu ada dirumah atau dipasar
    Mn : Ibu ada di pasar
    K     : Sebab itu, Ibu tidak ada dirumah.

    My : Roti menggunakan perasa anggur atau jeruk.
    Mn : Roti tidak menggunakan perasa jeruk.
    K     : Jadi, roti menggunakan perasa anggur.

 

Referensi:
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. 2007. Grasindo: Jakarta
Keraf, Gorys. 1989. Tata Bahasa Indonesia. Nusa Indah: NTT
http://rarapsp.blogspot.co.id/2013/10/penalaran-deduktif-silogisme-entimen.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s